Pages

Powered by Blogger.

Friday, April 20, 2012

Antropologi Masa Kini


Karena antropologi masih muda dan berumur 1 abadan, maka tujuan dan ruang lingkupnya masih merupakan suatu kompleks masalah hingga saat ini masih menjadi pokok perbedaan paham di kalangannya sendiri. Aliran-aliran dalam antropologi dapat digolongkan berdasarkan berbagai unversitas di berbagai negara tempat ilmu antropologi berkembang, seperti Amerika, Eropa dan negara-negara berkembang.
Di Amerika Serikat, ilmu antropologu telah memakai dan mengintegrasikan seluruh warisan bahan dan metode dari ilmu antropologi dalam fasenya yang pertama, kedua, ketiga dan ditambah dengan berbagai spesialisasi yang telah dikembangkan secara khusus untuk mencapai pemahaman tentang dasar-dasar dari keragaman bentuk masyarakat dan kebudayaan manusia yang tampak pada masa sekarang ini.
Di Inggris dan negara-negara yang ada di bawah pengaruhnya, seperti Australia, ilmu antropologi dalam fase perkembangannya yang ketiga masih dilakukan, tetapi dengan hilangnya daerah-daerah jajahan Inggris, maka sifat dari ilmu antropologi tentu juga berubah. Para sarjana antropologi bangsa Australia mempelajari suku-suku bangsa asli di Papua Nugini dan Kepulauan Melanesia untuk keperluan pemerintah-pemerintah jajahannya di sana.
Di Eropa Tengah, seperti Jerman, Austria dan Swiss, hingga kira-kira awal tahun 1970-an, ilmu antropologi masih bertujuan mempelajari bangsa-bangsa di luar Eropa untuk memahami tentang sejarah penyebaran kebudayaan seluruh umat manusia di bumi ini. Sifat antropologinya masih berada pada fase kedua. Akhir-akhir ini pengaruh ilmu antropolohi dari Amerika juga sudah mulai tampak pada para ahli antropologi generasi muda di Jerman Barat dan Swiss.
Di Eropa Utara, ilmu antropologi sebagian bersifat akademikal. Mereka juga mempelajari banyak daerah di benua-benua di luar Eropa, tetapi keistimewaan mereka terletak dalam hasil-hasil penelitian tentang kebudayaan suku bangsa Eskimo. Di samping itu, para sarjana dari negara-negara Skandinavia juga mempergunakan banyak metode antropologi yang telah dikembangkan di Amerika Serikat.
Di Uni Soviet, perkembangan ilmu antropologi di luar tidak banyak dikenal karena Uni Soviet hingga sekitar tahun 1960, memang seolah-olah mengisolasikan diri dari dunia lainnya. Beberapa tulisan tentang perkembangan ilmu antropologi di Uni Soviet menunjukkan bahwa aktivitas penelitian antropologi di sana sangat besar. Ilmu antropologi di Uni soviet berdasarkan konsep Karl Marx dan Frierich Engels mengenai tingkat-tingkat evolusi masyarakat. Ilmu itu hanya dianggap sebagian dari ilmu sejarah, yaitu bagian yang mengkhususkan pada asal mula, evolusi dan penyebaran kebudayaan bangsa-bangsa di seluruh muka bumi. Ilmu antropologi di Uni Soviet menunjukkan bidang yang praktis, yakni melakukan kegiatan besar dalam hal mengumpulkan bahan tentang keragaman bentuk masyarakat dan kebudayaan dari suku bangsa yang merupakan penduduk wilayah Uni Soviet yang luas dan dalam hal memamerkan bahan itu. Dengan demikian ilmu itu dapat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan saling pengetian antara suku bangsa yang beraneka ragam tersebut.
Di negara-negara bekas jajahan Inggris, terutama Inddia, metode antropologi mwndapat pengaruh besar dari aliran-aliran di Inggris dan ilmu itu mendapat suatu fungsi yang sangat praktis dalam hal mencapai pengertian keragaman kehidupan masyarakat di India dan guna kepentingan-kepentingan yang praktis dalam hubungan antara golongan-golongan penduduk itu.
Di Indonesia sendiri baru mulai dikembangkan suatu ilmu antropologi khas Indonesia, dimana dalam menentukan dasar-dasarnya belum terikat oleh tradisi sehingga kita masih bebas untuk memilih dan mengombinasikannya dari berbagai aliran yang paling cocok dan dapat diselaraskan dengan masyarakat Indonesia.
Sampai saat ini, di berbagai negara masih memakai berbagai istilah untuk Ilmu Antropologi. Seperti : Ethnography yaitu pelukisan tentang bangsa-bangsa. Ethnology dan Volkerkunde yang berarti ilmu bangsa-bangsa. Serta Anthropology yaitu ilmu tentang manusia. Ada juga Cultural Anthropology untuk menyebut bagian dari ilmu antropologi dalam arti luas. Dan Social Anthropology di Inggris untuk menyebut antropologi dalam fase ketiganya.

0 comments:

Post a Comment