Pages

Powered by Blogger.

Friday, April 20, 2012

Ilmu-ilmu Bagian dari Antropologi


Di Amerika Serikat, tempat antropologi berkembang menyebabkan adanya lima masalah penelitian khusus, yaitu :
·         Masalah sejarah asal dan perkembangan manusia secara biologi.
·         Masalah sejarah terjadinya beragam makhluk manusia, dari sudut ciri tubuhnya.
·         Masalah sejarah asal, perkembangan dan penyebaran beragam bahasa manusia.
·         Masalah perkembangan, penyebaran dan terjadinya beragam kebudayaan manusia di seluruh dunia.
·         Masalah asas-asas kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat di bumi.
Berkaitan dengan hal tersebut, antropologi mengenal ilmu-ilmu bagian, yaitu :
Paleo-antropologi, yaitu ilmu bagian yang meneliti asal-usul dan evolusi manusia dengan mempergunakan sisa-sisa tubuh yang telah membatu.
Antropologi fisik, yaitu bagian dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
Etnolinguistik, yaitu suatu ilmu bagian yang asal mulanya berkaitan erat dengan ilmu antropologi, penelitiannya yang berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tata bahasa berbagai bahasa suku bangsa yang tersebar di muka bumi ini. Prehistori, yaitu mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal huruf.
Etnologi, yaitu ilmu bagian yang mencoba mencapai pengertian tentang asas-asas manusia dengan mempelajari kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak mungkin suku bangsa yang tersebar di bumi sekarang ini. Desciptive integration dalam etnologi mengolah dan mengintegrasikan menjadi satu hasil penelitian dari sub-sub ilmu antropologi fisik, etnolinguistik, ilmu prehistori dan etnografi. Descriptive integration selalu mengenai satu daerah tertentu.
Generalizing approach (antropologi sosial) dalam etnologi mancari asas persamaan beragam masyarakat dari kelompok-kelompok manusia di muka bumi ini. Pengertian tentang asas tersebut dapat dicapai dengan metode-metode yang dimaksudkan ke dalam dua golongan.
Golongan pertama terdiri dari metode yang menuju ke arah penelitian mendalam dan bulat dari sejumlah masyarakat dan kebudayaan yang terbatas. Metode ini menyebabkan seorang sarjana antropologi mencapai suatu pengertian bulat tentang unsur-unsur kebudayaan yang tertentu dalam masyarakat yang dianalisis secara mendalam dan bulat tadi, dan masyarakat lain pada umumnya.
Golongan kedua terdiri dari metode yang menuju ke arah perbandingan merata sejumlah unsur terbatas dalam sebanyak mungkin jumlah masyarakat. Dalam metode ini pengertian tentang asas-asas masyarakat dan kebudayaan manusia dicapai melalui sifat keragaman atau diversitasnya. Kedua golongan metode tersebut dalam cara berpikir seorang sarjana antropologi tentu tidak terlepas satu dengan lain, tetapi selalu saling membantu.
Pengkhususan penelitian antropologi terhadap masalah-masalah praktis dalam masyarakat belum lama berkembang. Walaupun hasil penelitian ilmu antropologi seharusnya sudah sejak lama diterapkan para ahli administrasi Eropa, untuk masalah praktis, memerintah wilayah-wilayah jajahannya di Asia, Afrika dan Oseania, tetapi suatu subilmu antropologi pembangunan masyarakat secara sadar baru dikembangkan setelah ada ilmu etnopsikologi.
Selain itu timbul beberapa spesialisasi antropologi lain, yaitu antropologi pembangunan atau development anthropology yang menggunakan metode-metode, konsep dan teori antropologi untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat desa, masalah sikap petani terhadap teknologi baru dan sebagainya.
Erat hubungannya dengan pembangunan desa, para ahli antropologi juga meneliti masalah pendidikan, yang di banyak negara berkembang mengalami perkembangan dan kadang-kadang peledakan yang hebat. Penelitian-penelitian seperti itu menyebabkan timbulnya antropologi pendidikan (educational anthropology).
Paleo-antropologi dan antropologi fisik disebut antropologi fisik dalam arti luas, sedangkan etnolinguistik, prehistori dan etnologi disebut antropologi budaya. Timbulnya sub-sub ilmu antropologi spesialisasi membuka kesempatan berkembangnya profesi-profesi baru untuk para ahli antropologi, yaitu profesi konsultan dalam pemerintah daerah maupun nasional, dalam pusat-pusat kesehatan di tingkat provinsi dan dalam klinik psikiatir.

0 comments:

Post a Comment